Selasa, 19 Maret 2013

Tentang Fenomena Berbicara


Memahami Fenomena Berbicara

Ada tiga pertanyaan dan sekaligus tiga jawaban:

A. Bicara baik atau diam.
B. Manusia punya tugas besar di dunia. Salah satunya adalah untuk berbicara. Berbicara untuk saling mengingatkan dan mengajak manusia pada kebaikan.
C. Meningkatkan kemampuan berbicara yang baik dan tahu kapan harus diam.

Tips Aa Gym:
1. Menahan diri saat berhadapan dengan orang yang marah;
2. Tujuan perkataan dan apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan;
3. Berbicara di saat yang tepat;
4. Pilihlah kata-kata terbaik, saat terbaik, waktu terbaik dan tempat terbaik;
5. Sebelum berkata-kata, kata-kata adalah tawanan kita. Setelah itu, sebaliknya;
6. Bertanya pada diri sendiri, haruskah saya berbicara?
7. Kata-kata paling bernilai hanya ada dalam empat kasus yaitu:
- Jika mendapat nikmat, bersyukur;
- Jika mendapat musibah, bersabar;
- Jika mendapat taufik, mengakui bahwa semua itu hanya karena berkat dan karunia-Nya;
- Jika tergelincir melakukan dosa, meminta ampun kepada-Nya.
8. Tidak sembarang berbunyi;
9. Percayalah, diam itu emas;
10. Perhatikan dengan siapa kita berbicara.

Tips Harun Yahya:
1. Berkata-kata dengan memuji-Nya;
2. Sering mengingat-Nya dalam berkata-kata;
3. Memanggil-Nya dengan nama-nama baik-Nya;
4. Berbicara dengan memahami bahwa Dia selalu bersama kita;
5. Berbicara dengan tidak mengasosiasikan-Nya dengan yang lain;
6. Berbicara dengan memahami ketidakberdayaan manusia di hadapan-Nya;
7. Berbicara dengan memahami bahwa setiap pekerjaan dan aktivitas hanya berjalan sesuai kehendak-Nya;
8. Menerapkan ajaran-Nya dalam berbicara;
9. Berbicara dengan memahami kepastian takdir-Nya;
10. Berbicara dengan memahami keberadaan hal-hal baik dalam segala sesuatu;
11. Berbicara dalam keadaan mempercayai-Nya;
12. Berbicara dengan memahami bahwa hidup ini hanya sementara;
13. Berbicara dengan menunjukkan perhatian pada persoalan benar dan salah sesuai ajaran-Nya;
14. Menghindari gaya bicara setan;
15. Bergabung dengan pembicaraan yang benar dan menghindar dari pembicaraan yang salah;
16. Berbicara dengan bijaksana;
17. Berbicara dengan ramah;
18. Berbicara benar;
19. Berbicara dengan penuh kepekaan;
20. Berbicara dengan logis;
21. Menyampaikan kabar baik;
22. Berbicara dengan membuat orang lain senang dan antusias;
23. Mengatakan yang terbaik;
24. Tidak berangkat bicara dari sisi yang rendah atau gelap dari diri, atau dari keinginan pribadi;
25. Bicara dengan mengukur, berbudi dan menghormati orang lain;
26. Berbicara dengan bersahaja;
27. Berbicara dengan toleransi dan memaafkan;
28. Tidak berbicara di belakang orang lain dan tidak menggosip;
29. Tidak berbicara dengan curiga dan memfitnah;
30. Tidak berbicara dengan mengejek;
31. Tidak berbicara dalam ketamakan dan iri hati;
32. Tidak membuat pernyataan yang kosong atau tidak berarti;
33. Tidak menginterupsi dan berbicara lemah lembut;
34. Berbicara dengan gaya dan cara yang dipahami lawan bicara;
35. Menghindari bicara hipokrit;
36. Tidak berbicara yang menimbulkan keragu-raguan;
37. Tidak berbicara dengan menyelidik dan mengorek-ngorek;
38. Tidak berbicara yang mendekatkan orang lain kepada setan;
39. Tidak berbicara yang menyulitkan atau menyudutkan orang lain;
40. Berbicara yang berpihak dan membela kebenaran dan keadilan.

Tips Mamarinta Omar Mababaya dan Dr.Norlain Dindang Mababaya:
1. Berbicara yang disenangi-Nya;
2. Berbicara setulusnya untuk hal-hal yang disenangi-Nya;
3. Mengajak orang lain pada kebaikan dan kebenaran;
4. Berbicara dengan mengerti, bijak dan indah;
5. Berbicara sebagai orang yang memahami kebenaran dan memiliki keyakinan.

Well, berat sekali tugas kita. Dan kita harus menjawab yang mana: A, B, atau C?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar