Rabu, 20 Maret 2013

Ragam Perilaku Audience

Perilaku Audience
Ada macam-macam perilaku audience. Dengan berlatih memahami dan mencari latar belakang penyebabnya, Anda memiliki peluang besar untuk bisa mengambil hati audience.

PERILAKU RAMBLER
Gejala: Berputar-putar, berbicara panjang dan OOT. Analisis, analogi dan berbagai contoh digunakan dengan tidak relevan.

Resep:
- Kembalikan fokus dan perhatiannya. Nyatakan kembali poin-poin yang relevan;
- Arahkan pertanyaan kepada audience secara keseluruhan, lihat reaksi mereka;
- Tanyakan hubungan antara topiknya dengan topik yang sedang didiskusikan;
- Gunakan alat bantu visual, mulailah menulis di flip chart, nyalakan OHP;
- Katakan: "Maaf, bisa diringkaskan poinnya saja?"

PERILAKU SHYNESS ATAU DIAM
Gejala: Kurangnya partisipasi aktif.

Resep:
- Ganti strategi dari diskusi kelompok ke transaksi individual dan sebaliknya;
- Beri penghargaan dan dorongan yang besar untuk setiap kontribusi;
- Libatkan secara langsung dengan bertanya kepadanya;
- Maintain kontak mata;
- Tunjuk Dia sebagai pemimpin kelompok kecil audience.

PERILAKU TALK-ACTIVE / BANYAK BICARA
Gejala: Tahu segala sesuatu, memanipulasi audience, suka mengeluh dan sebagainya.

Resep:
- Pahami berbagai komentarnya;
- Beri batas waktu untuk mengekspresikan komentar, dan lanjutkan acara;
- Buat kontak mata, dan bergeraklah ke arahnya;
- Beri perhatian khusus kepadanya saat break;
- Katakan: "Itu menarik sekali, sekarang kita lihat bagaimana pendapat yang lain".

PERILAKU SHARPSHOOTING / PENEMBAK JITU
Gejala: Mencoba menembak Anda atau mencoba menggoyang Anda.

Resep:
- Akui jika ada pertanyaan yang tidak kita tahu jawabannya, minta ia sendiri menjawabnya, atau limpahkan kepada audience;
- Tekankan sekali lagi bahwa ini semua adalah proses belajar bersama;
- Abaikan jika sangat sulit diubah.

PERILAKU HECKLER / TUKANG MENDEBAT
Gejala: Selalu tidak setuju dengan apapun yang Anda katakan, melakukan serangan secara pribadi.

Resep:
- Alihkan pertanyaannya kepada audience atau kepada orang lain yang lebih mendukung Anda;
- Akui perasaannya, dan lanjutkan sesi;
- Akui dan pahami poin positif dari komentar atau pertanyaannya;
- Katakan "Saya hargai pendapat Anda, tapi Saya juga ingin mendengar dari yang lain".

PERILAKU GRANDSTANDING / BERSIKUKUH
Gejala: Terjebak pada agenda pribadi.

Resep:
- Katakan "Anda berpegang pada pendapat, keyakinan atau perasaan Anda sendiri. Saya hargai itu, tapi kita sekarang harus melanjutkan ke subyek berikutnya";
- Atau katakan: "Bisakah Anda menjadikannya sebagai pertanyaan?";
- Atau katakan: "Kita mungkin bisa melanjutkannya jika waktu memungkinkan, setelah presentasi mungkin?"

PERILAKU HOSTILITY
Gejala: Bertahan, marah, atau membuka arena tempur.

Resep:
- Hostility bisa jadi adalah topeng dari sebuah ketakutan. Lakukan reframe dengan kata-kata yang bisa menunjukkan bahwa di balik semua itu adalah ketakutan. Ini akan men-depersonalize-nya;
- Respon ketakutannya, bukan sikap hostile-nya;
- Tetap tenang dan sopan. Jaga temperamen;
- Jangan tunjukkan ketidaksetujuan. Bangunlah argumentasi berdasarkan apa yang keluar dari mulutnya;
- Pertahankan kontak mata tanpa amarah;
- Selalu buka peluang baginya untuk menarik diri secara terhormat, jangan dipermalukan;
- Katakan: "Anda sepertinya kecewa sekali, apakah yang lain juga demikian" Cek audience atas pertanyaan Anda itu. Ini akan menciptakan tekanan lingkungan baginya;
- Jangan gunakan berbagai asumsi atau tuduhan. Bertahanlah pada fakta;
- Doronglah agar masalah bisa diselesaikannya sendiri. Bisa jadi ia belum punya solusi atau bisa jadi ia terlalu pesimis;
- Jika terpaksa, abaikan saja;
- Bicaralah padanya secara pribadi selama break;
- Sekali lagi jika terpaksa, mintalah ia meninggalkan ruangan demi kenyamanan audience yang lain.

PERILAKU GRIPPING
Gejala: Mengajukan komplain yang mungkin beralasan.

Resep:
- Tunjukkan kepadanya bahwa kebijakan sesi tidak bisa diubah;
- Validasi komentar atau poinnya, mungkin ia akan bisa menerima;
- Tunjukkan bahwa Anda berkeinginan untuk berdiskusi dengannya secara pribadi;
- Tunjukkan betapa ketatnya waktu yang tersedia untuk sesi Anda.

PERILAKU NGOBROL / SIDE CONVERSATOR
Gejala: Mengobrol, bisa tentang topik yang sedang didiskusikan, bisa juga tidak. Yang jelas, ini bisa mengalihkan perhatian orang lain dari Anda.

Resep:
- Jangan permalukan mereka;
- Tanyakan pendapatnya berkaitan dengan topik yang sedang didiskusikan;
- Minta mereka berbagi pandangannya;
- Melangkahlah ke arah mereka dengan rileks;
- Pertahankan kontak mata;
- Berkomentarlah tentang fenomena itu, tapi jangan memandang ke arah mereka melainkan ke audience keseluruhan;
- Berdirilah di dekat mereka, tanya pada audience di sebelah mereka sebuah pertanyaan, sehingga pusat diskusi akan berada di wilayah mereka;
- Jika terpaksa berhentilah, dan tunggu.

PERSIAPAN UNTUK MENGHADAPI BERBAGAI PERILAKU
- Buat aturan untuk mengangkat tangan bila ingin berkomentar atau bertanya;
- Atau, katakan bahwa tanya jawab akan dilakukan di akhir sesi;
- Jika ada yang mulai menginterupsi, ingatkan kembali aturan di atas;
- Jika mereka tetap ngotot, Anda bisa membuka diskusi terbuka. audience selain mereka, cenderung akan berpihak kepada Anda. Ingatlah bahwa tugas Anda bukan terlibat dalam debat dan argumentasi, Anda fasilitatornya;

Separuh tanggungjawab sesi ada pada audience.

Mereka bertanggungjawab untuk datang tepat waktu, mengikuti seluruh sesi sampai selesai, mendengarkan Anda, bertanya secara relevan, menjaga kesopanan dan kedamaian.

Tugas Anda: Menciptakan itu semua.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar