Kamis, 21 Maret 2013

Fake Power


FAKE POWER
Byron Kalies, seorang konsultan manajemen dari Liverpool, Inggris, memberi masukan tentang "fake power", alias kekuatan berpura-pura.

Ambil beberapa nafas dalam, dan "fake it 'til you make it". Nasehat ini biasanya dapat menghilangkan kesan "kosong" atau "bolong-bolong" dari seorang pembicara. Dan sebenarnya, akan selalu ada yang bisa Anda katakan dan lakukan. Lakukanlah sampai Anda benar-benar bisa melakukannya.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu diingat. Anda mungkin gugup atau gagap. Tapi, tetaplah lebih baik jika Anda bisa punya slide yang bagus atau punya suara yang enak didengar. Begitu pula dengan kontak mata. Sebab bagaimanapun, pesan Anda lebih penting (dalam kasus ini bahkan daripada diri Anda sendiri).

Oleh sebab itu, tetaplah berkonsentrasi pada pesan Anda. Anda bisa menunjukkkan bahwa Anda "bisa melakukannya", apapun yang terjadi.

Ambil nafas panjang; dan lakukan! Audience Anda akan enjoy. Begitu juga Anda.

Inspirasi berikut ini juga bisa membantu.

Agama mengajarkan untuk tidak menunjukkan kesusahan, kesulitan, musibah atau apapun yang buruk dari diri kita kepada orang lain. Tujuannya, hanya supaya orang lain tidak ikut menjadi susah karena kita. Tuhan telah menutupnya dari orang lain, mengapakah kita sendiri yang harus mengumbarnya?

Begitu pula, apa yang diajarkan tentang menangis di hadapan Tuhan.

- Menangislah!
- Jika tidak bisa? -- Orang-orang terkemuka mengatakan:
- Berpura-puralah menangis!
- Jika tetap tidak bisa?
- Lakukanlah terus-menerus sampai engkau bisa!
- Jika tetap tidak bisa juga?
- Menangislah engkau, karena tidak bisa berpura-pura menangis!

Semua itu adalah tentang "fake power". Jika kita mendasarinya dengan pemahaman bahwa ini adalah proses belajar yang temporer, dan disertai dengan niat yang tulus demi membantu audience, Saya pikir trik ini sah-sah saja.

Ikhwan Sopa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar