Rabu, 20 Maret 2013

Nyaman Saat Berbicara

Tips #106: Menciptakan Rasa Nyaman Dalam Berbicara
WORKSHOP BATCH 3:

"CARA EDAN: LEBIH PERCAYA DIRI BERBICARA SAAT MEMIMPIN, MENJUAL, DAN BERPRESENTASI"

BATCH 3: Kamis, 21 September 2006, Hotel Sofyan Cikini Jakarta

Info dan formulir pendaftaran:
http://speaking.indodigest.com

Mengapa harus percaya diri?
http://milis-bicara.blogspot.com/2006/08/tips-104-mengapa-harus-percaya-diri.html

Dengan lebih percaya diri berbicara, Anda akan lebih percaya diri dalam segala aspek kehidupan Anda.Anda akan lebih percaya diri dalam bekerja, dalam berinteraksi dengan orang lain, dalam memimpin, menjual dan berpresentasi, dalam mengambil keputusan, dalam menentukan pilihan, dalam mengeksplorasi peluang, dalam memanfaatkan kesempatan, dalam mengatasi masalah dan hambatan.

Apa artinya semua itu? Artinya, Anda akan lebih percaya diri dalam menggapai cita-cita, dalam meraih impian, dalam memenuhi target dan mencapai sasaran, dalam apapun yang Anda inginkan, dalam apapun yang Anda kerjakan.

Dengan lebih percaya diri dalam berbicara, Anda akan lebih percaya diri lagi dalam mencapai kesuksesan !!!.

Batch 1: Peserta puas 100%:
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-1.doc

Batch 2: Peserta puas 100%
http://speaking.indodigest.com/Feedback_Form-Batch-2.doc
Tips #106: Menciptakan Rasa Nyaman Dalam Berbicara
Materi oleh:
Dianne Legro
Konsultan pada berbagai perusahaan Fortune 500
Pakar kepemimpinan dan komunikasi

Sebuah percakapan, misalnya dalam sales meeting, board meeting, job interview, kasus di persidangan dan sebagainya, adalah berbagai situasi khusus yang menuntut Anda bisa berbicara dengan jernih, mampu menyetir tindakan, dan bisa menciptakan hasil akhir sesuai keinginan.

Anda bisa mempelajari keahlian untuk melakukan engineering hasil akhir, memaksimalkan peluang Anda, mendapatkan respek, dan memajukan karir. Bagaimana Anda bisa melakukannya? Dengan memperbaiki kualitas dan gaya bicara Anda!

Berikut ini adalah 11 tips latihan yang bisa membantu Anda merasa powerful dan otentik, serta menciptakan persepsi bahwa Anda adalah orang yang punya otoritas dan bisa dipercaya.

1. KESAMAAN PANDANGAN
Ciptakanlah shared point of view. Menciptakan koneksi sesegera mungkin dengan individu atau sekelompok orang yang menjadi audience Anda, adalah hal yang sangat penting. Anda bisa melakukan ini secara efektif dengan membangun kesamaan pandangan. Mengapakah Anda semua berada di ruang yang sama? Apa yang menyatukan Anda semua? Bicaralah tentang hal ini, dengan menggunakan "SAYA - ANDA - KITA" sebanyak yang bisa Anda lakukan.

2. NAFAS DAN KONEKSI AWAL
Jangan mulai berbicara sebelum Anda menarik nafas yang dalam dan panjang. Selama proses itu, lihatlah ke audience dan carilah sebuah wajah yang ramah, kemudian buatlah koneksi dengannya sekitar 4 detik. Berikutnya, perluaslah koneksi Anda agar bisa berkoneksi dengan seluruh audience. Tariklah nafas kedua, lalu mulailah berbicara.

3. KATA PEMBUKA
Buatlah kalimat pembuka yang powerful. 30 detik pertama dari bicara Anda, adalah saat terpenting untuk keseluruhan bicara Anda. Gunakan kutipan, misalnya "Tahukah Anda syarat utama untuk masuk ke surga? ...Mati!"

Gunakan kutipan lagu. Tanyakan sebuah pertanyaan yang filosofis. Sajikan fakta yang mengejutkan, dan sebagainya. Tugas awal Anda adalah menarik perhatian audience.

4. HIBURAN
Ceritakanlah sesuatu yang bisa membuat audience merasa ringan, segar dan nyaman. Lakukan ini dengan konteks "SAYA - ANDA - KITA".

5. BAHASA AUDIENCE
Bicaralah dalam bahasa yang akrab dengan audience. Bahan bicara Anda mestinya mendekati bentuk percakapan satu lawan satu dengan anggota audience. Gunakan terminologi yang mereka gunakan. Pahamilah kebiasaan mereka berbicara. Hindari kata-kata yang sulit mereka mengerti.

6. KONTAK MATA
Kontak mata akan menolong Anda dan audience Anda. Khususnya, saat Anda menyampaikan sesuatu yang punya dampak emosional. Jangan sampai, saat menyampaikan hal penting mata Anda malah sedang melihat ke lantai atau ke luar jendela. Melihat ke arah bawah atau ke lantai, adalah kebiasaan yang umum saat kita terlibat dengan emosi dan perasaan pribadi. Waspadalah agar jangan sampai kebiasaan ini muncul saat Anda harus berbicara di depan audience.

7. BELAJAR DARI PANGGUNG
Manfaatkanlah 5 teknik mendasar dari dunia panggung hiburan:

- Drama;
- Humor;
- Kebijaksanaan;
- Haru-biru; dan
- Akhir yang mengejutkan.

Temukanlah momen dalam sesi bicara Anda, di mana Anda bisa menyisipkan teknik-teknik ini.

8. PENGALAMAN PRIBADI
Pengalaman pribadi dan kisah hidup Anda, bisa Anda gunakan sebagai contoh dan metafora. Telusuri sejarah hidup Anda dan temukan saat-saat di mana Anda punya konflik, identifikasi pelajaran dan peluang yang muncul dari konflik itu. Ini adalah alat yang powerful dan mudah ditransfer ke dalam benak audience. Carilah kisah sukses dalam hidup Anda, ceritakan bagaimana Anda bisa mencapainya.

Mereka datang untuk menemui Anda, bukan orang lain.

9. PERAN HATI
Kuasai pembukaan dan penutupan Anda dengan sepenuh hati. Dua titik ini adalah titik-titik terpenting untuk koneksi Anda dengan audience.

10. INTERAKTIFITAS
Berilah waktu bagi audience untuk bertanya.

11. STRATEGI PENUTUPAN
Rencanakan strategi penutupan Anda. Upayakan agar tidak melewati batas waktu yang dialokasikan.

Sebelas tips di atas sudah lebih dari cukup bagi Anda, untuk merasakan kenyamanan saat berbicara. Sebab, Anda akan berbicara dengan rasa powerful dan otentik, sekaligus dipersepsi punya otoritas dan bisa dipercaya. Dengan semua tips di atas, sebagian besar pakem terpenting dalam public speaking telah Anda implementasikan.

Bicaralah, dan jadikanlah sesi bicara Anda tak terlupakan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar