Kamis, 21 Maret 2013

Bicara di Kondangan

Tips #95: Berbicara di Kondangan
Anda pasti pernah diundang oleh saudara, teman atau kolega. Anda biasa menyebutnya kondangan. Anda datang dengan pakaian yang khusus, batik, kebaya atau baju koko.

Dalam perkembangan yang mutakhir, Anda bahkan sering menyeragamkan pakaian Anda sekeluarga. Sewarna dan senada. Apa artinya itu? Artinya, Anda memperlakukan undangan atau kondangan sebagai sebuah sesi khusus. Itu sebabnya, acara-acara yang demikian sering disebut dengan acara khusus atau special occasion. Acara yang punya makna khusus, bagi si penyelenggara acara dan bagi para undangannya.

(Konon, kata "kondangan" berasal dari kata "ke undangan")

Pernahkah Anda diundang untuk berbicara di sebuah kondangan? Jika Anda merasa sedikit bingung tentang apa maksud kondangan dalam hal ini, maka berikut ini adalah contoh-contoh acara yang bisa Anda sebut dengan kondangan:

- Undangan makan malam;
- Selamatan;
- Syukuran;
- Cukuran/Marhaban;
- Tunangan atau Tukar Cincin;
- Kawinan;
- Ngunduh Mantu;
- Ulang tahun;
- Commemorative;
- Commencement;
- Eulogies;
- Inspirasional;
- Khatam Quran;
- Sunatan;
- Pindah rumah;
- Tahlilan;
- Naik pangkat;
- Kelulusan Sekolah;
- Tolak bala';
- Ruwatan;
- Berangkat dan Pulang dari Haji;
- Arisan Keluarga dan arisan lainnya;
- Majelis Ta'lim;
- Dan sebagainya.

BERBICARA DI KONDANGAN ADALAH PUBLIC SPEAKING
Ya. Berbicara dalam semua sesi di atas, dengan maju ke depan dan tampil di hadapan hadirin dan kemudian berbicara, adalah termasuk public speaking. Artinya, seperti juga bentuk-bentuk public speaking lainnya, bicara model ini juga bisa dibuatkan outlinenya, dan sekaligus bisa juga dilatih keterampilannya.

Bagaimanakah yang disebut dengan "bicara kondangan" yang baik?

Aturan dasar yang berlaku untuk bicara dalam kondangan adalah sama dengan aturan dasar dalam public speaking secara umum, yaitu:

- Hubungan yang jelas antara bicara dengan tujuan atau sasaran acara;
- Terpenuhinya kriteria informatif dan persuasif dari topik;
- Berbagi pemikiran tentang sasaran dan konteks dari acara.

BERTANYALAH SEPERTI BIASA
Yaitu bertanya pada diri sendiri dengan metode 5W dan 1H: What, why, to whom, when, where, dan how long.

CHECKLIST UNTUK TOPIK
Berikut ini adalah checklist untuk menemukan topik yang tepat bagi kondangan yang tepat.

1. MENGAPA?
Apa tujuan dari kondangan itu?
Mengapa kondangan itu spesial?
Apa yang diinginkan dan diharapkan oleh orang yang mengundang?
Apakah ada permintaan dan persyaratan khusus untuk menghadirinya?
Misalnya tentang berpakaian atau keharusan membawa pasangan?
Apa yang terpikir pertama kali oleh Anda, saat Anda diundang untuk hadir di sana?
Apakah mereka mengundang Anda berkaitan dengan keahlian, profesi atau jabatan Anda?
Sebagai saudara?
Sebagai teman dekat?
Apa yang Anda ketahui tentang orang-orang yang akan hadir dan keragamannya?
Apa yang Anda ketahui tentang adat dan istiadat yang diberlakukan di dalam kondangan itu?
Mengapa Anda menerima undangan itu dan tidak menolaknya?
Apa yang Anda inginkan untuk diingat oleh para hadirin?
Untuk dipertimbangkan, untuk didukung, untuk diubah atau untuk dipercaya?

Intinya: Apa sih, tujuan dari bicara Anda di kondangan itu?

Sebelum Anda memutuskan sasaran yang spesifik, tentukanlah terlebih dahulu sasaran besarnya. Apakah Anda akan menghibur dan menyenangkan para hadirin? Atau Anda akan menjadi tetua yang memberi wejangan formal?

2. PERAYAAN ATAU PENGHORMATAN?
Tanyakan pada diri Anda sendiri: Siapa atau apa yang dihormati atau diposisikan sebagai "penganten" dalam kondangan itu? Karena apa? Pencapaian prestasi? Khataman? Kenaikan pangkat? Lulus dan mendapatkan titel? Menikah? Kelahiran anak? Sunatan? Atau musibah?

Jika yang jadi "penganten" adalah orang: Bagaimana pengaruh dari hidup dan kerja orang itu terhadap orang lain? Misalnya, dalam kondangan untuk pencapaian prestasi, topik yang Anda bawakan semestinya memperkuat penghormatan atau semangat hadirin atas pencapaian itu. Pada dasarnya, perayaan adalah berbagi kebahagiaan dengan orang banyak berkaitan dengan kesuksesan dan pencapaian.

Commemorative speech atau sambutan penghargaan, dilakukan untuk menghormati dan memperkuat tata nilai yang dianut oleh seseorang, kelompok, institusi atau organisasi, tempat, kejadian, ide atau subjek tertentu. Dalam hal ini, berfokuslah pada nilai-nilai kehidupan masyarakat dari dulu, sekarang dan masa depan. Bicara Anda mestilah menjadi simbol dari "sekarang dan nanti".

Eulogies, biasa diselenggarakan untuk merayakan dan sekaligus menghormati seseorang yang pensiun atau mengakhiri masa jabatan atau masa baktinya. Dalam hal ini, ceritakanlah pada hadirin, apa yang bisa dipelajari dari orang itu dan ungkapkan mengapa Anda dan hadirin pantas berterimakasih kepadanya.

3. INSPIRASI
Bicara yang sasarannya untuk menginspirasi dalam kondangan, berkaitan dengan kebijakan atau tata nilai yang diklaim. Bicara jenis ini di dalam kondangan, biasanya dilakukan untuk mendongkrak moral hadirin dan organisasi.

Apa yang ingin Anda capai bersama mereka? Bagaimana Anda bisa mempersuasi audience dan hadirin untuk percaya, ikut merasakan, atau berpikir sebagaimana yang Anda minta?

Di dalam sebuah sesi commencement, alias sesi untuk memulai sesuatu seperti peresmian atau pembukaan organisasi, toko atau gedung misalnya, Anda bisa menawarkan pemahaman atau pengetahuan dengan mengungkapkan ide dan pemikiran pribadi Anda. Anda juga bisa memberi daftar tentang standar perilaku yang diharapkan, tingkat pencapaian yang diinginkan, dan bagaimana cara mencapai dan memperkuatnya.

4. AGENDA SOSIAL
Anda bisa juga menyampaikan sebuah agenda sosial di dalam kondangan. Anda sebagai pembicara, bisa menyampaikan sasaran atau target baru yang hendak dicapai. Dalam hal ini, Anda harus bisa menyampaikannya dengan antusiasme dan emosi penuh.

5. AUDIENCE DAN HADIRIN
Siapa pendengar Anda? Apa payung organisasi mereka? Apa keluarga besar mereka? Apa marganya? Siapa yang jadi "penganten"? Berapa banyak yang akan hadir? Dari mana saja mereka? Dari lingkungan kampung? Seluruh Indonesia? Atau seluruh dunia? Bahasa apa yang harus Anda gunakan? Bahasa Indonesia? Atau bahasa daerah?

6. KAPAN
Apakah Anda akan diperkenalkan terlebih dahulu sebelum bicara? Berapa orang yang akan berbicara? Aturlah agar Anda tidak membicarakan hal yang sama dengan pembicara lain. Waspadalah jika jumlah pembicaranya cukup banyak dan Anda bukan yang pertama akan bicara.

7. DI MANA
Bagaimana situasi tempat Anda akan berbicara? Bisakah Anda mempertahankan atmosfer yang sesuai dengan topik Anda? Seberapa besarnya ruangan tempat kondangan itu diadakan? Apakah pembicara akan menggunakan podium? Duduk? Sambil berdiri? Sambil duduk atau bersila? Dengan atau tanpa mikrofon? Bagaimana adat tuan rumah mengaturnya?

8. BERAPA LAMA
Jika Anda diminta bicara secara mendadak atau impromptu, bersiaplah sebisanya dengan mencatat beberapa kata kunci penting. Ini perlu diwaspadai, karena bicara di kondangan biasanya tidak perlu berlama-lama. Kecuali tentu saja, jika Anda adalah ustadz atau penasehat perkawinan misalnya.

OUTLINE BICARA KONDANGAN
1. PEMBUKAAN
- Bangkitkan minat;
- Nyatakan statement utama yang spesifik;
- Kaitkan statement itu dengan para hadirin;
- Beri daftar poin utama dari isi bicara.

2. ISI BICARA
Berdasarkan poin utama di pembukaan, bangun urut-urutannya, pro dan kontranya, tata nlai yang terkait, contoh-contoh, cerita lucu atau humor, kisah, dan cerita inspirasional. Waspadailah agar tidak melukai adat-istiadat dan tradisi, atau tata nilai organisasi. Jangan membicarakan SARA.

3. SIMPULAN
Akhir yang cocok untuk bicara di sesi kondangan, adalah segala hal yang menghibur atau menyemangati para hadirin.

Pengantennya berbahagia, hadirin berbahagia. Dan mungkin, Anda pulang dengan membawa besek atau berkat seperti hadirin, atau malah ditambah amplop sekedarnya!

Siapkah Anda bicara di kondangan?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar