Selasa, 19 Maret 2013

Struktur Bicara

Tips #97: Struktur Bicara Publik
Dari materi oleh:
Douglas Parker, M.Ed.
Pengarang buku "The Roadmap to Confident Communications"

Ada banyak cara untuk mengorganisir bicara Anda. Berikut ini adalah cara yang cukup mudah dimengerti dan dipraktekkan secara langsung.

Seperti yang diungkapkan oleh banyak pembicara publik alias public speaker, aturan dasar yang harus diikuti untuk mencapai efektifitas tinggi dalam berbicara di depan publik adalah:

"Katakan apa yang akan Anda katakan, lalu katakan, lalu katakan apa yang telah Anda katakan."

Sebenarnya, ungkapan di atas mencerminkan struktur yang paling umum dari setiap bentuk komunikasi, yaitu:

- Introduksi -> Katakan apa yang akan Anda katakan;
- Isi -> Katakan;
- Kesimpulan -> Katakan apa yang telah Anda katakan.

Mengeksplorasi setiap elemen di atas dianggap sangat penting oleh para public speaker. Dan berikut ini adalah salah satu bentuk eksplorasi itu.

INTRODUKSI
Introduksi memiliki tiga fungsi utama yaitu:

- Menarik perhatian audience;
- Menggulirkan topik bicara dari hal-hal yang umum ke khusus;
- Menyampaikan topik atau isu utama dari bicara Anda.

Jangan pernah, memulai sesi bicara hanya dengan semata-mata mengungkapkan tentang topik Anda.

MENARIK PERHATIAN AUDIENCE
Anda bisa mencoba dua teknik standar ini:

- Mengajukan pertanyaan, yang sifatnya retorik atau filosofis.

Misalnya, "Benarkah manusia sedang berjalan ke arah kehancurannya?"

- Menceritakan kisah, yang bisa menarik audience ikut larut ke dalamnya.

Misalnya, tentang seorang prajurit yang terjun ke medan perang.

Lepas dari teknik yang Anda gunakan, ada dua aturan pula yang harus Anda perhatikan, yaitu:

1. Cerita atau pertanyaan Anda harus berkaitan dengan topik Anda;
2. Anda menyelesaikan cerita atau pertanyaan Anda, saat Anda menyimpulkan sesi bicara Anda.

MEMBANGUN PIRAMIDA TERBALIK UNTUK TOPIK
Apabila Anda telah mendapatkan perhatian audience, Anda bisa mulai bergerak menuju topik utama Anda.

Bayangkan ini; corong yang mulutnya dijejalkan ke mulut botol. Anda memulai bicara dengan pembukaan yang umum (bagian atas corong), dan kemudian mulai masuk ke mulut corong, dan selanjutnya masuk ke leher botol. Saat Anda telah sampai di "leher botol", audience Anda sudah harus mengetahui akan dibawa kemana.

Di sini, rata-rata pembicara mengungkapkan latar belakang dari topik yang menjadi bahan pembicaraannya.

DI LEHER BOTOL
Anda akan masuk ke "perut botol". Di "ujung leher botol", sampaikanlah "katakan apa yang akan Anda katakan." Pernyataan Anda ini, biasa disebut dengan 'focusing statement'.

Selesailah sudah bagian introduksi Anda.

ISI BICARA
Selanjutnya, Anda mulai memasuki daging, isi, tubuh, atau apapun sebutannya untuk inti pembicaraan Anda.

Bagian "isi" dari bicara Anda adalah penyampaian berbagai fakta, pengembangan, dan penjelasan dari 'focusing statement' Anda. Dan di sini, Anda juga perlu strategi untuk membangun "tubuh" bicara Anda.

Anda perlu mengingat ini:

Jika Anda mengatakan akan menyampaikan A, B, C, maka Anda tidak boleh menyampaikan B, A, C, atau malah D, E, X.

Selain bahwa topik Anda harus urut dan runut, disain dan konstruksi yang logis dari "isi" bicara Anda juga sama pentingnya. Anda harus bisa menjawab berbagai pertanyaan ini:

- Argumentasi apa, yang bisa Anda gunakan berkaitan dengan urut-urutan yang Anda pilih?

- Apakah Anda bisa menunjukkan, bagaimana pergeseran setiap persoalan atau pokok bahasan dan transformasinya?

- Dari A kemudian ke B dan ke C?

- Apakah Anda, bisa menjelaskan mengapa berbagai hal muncul dan terjadi, saat pergeseran atau transformasi itu?

Bicaralah dengan detil.

MENGKONSTRUKSI ISI BICARA
Ada beberapa pola logis yang bisa Anda gunakan untuk membangun "isi" bicara Anda. Pola yang paling umum adalah:

- Penjajakan -> Anda menunjukkan dengan tepat langkah demi langkah berkaitan dengan topik Anda;

- Definisi dan Perbedaan -> Anda mengelompokkan topik Anda: Misalnya, kambing itu hewan berkaki empat yang makan rumput. Kemudian, Anda menunjukkan perbedaannya dari anggota kelompok yang lain: Misalnya, sapi juga berkaki empat tapi ia berbeda dari kambing. Jelaskan berbagai perbedaan yang ada dengan detil;

- Proses -> Anda menunjukkan bagaimana sesuatu bisa berlangsung dan terjadi, atau bagaimana cara untuk melakukan sesuatu;

- Problem Solving -> Anda menunjukkan bagaimana suatu permasalahan yang spesifik bisa diselesaikan;

- Deskripsi -> Anda mendeskripsikan topik Anda dengan detil, dalam rangka membangun mood tertentu di sisi audience Anda. Cara ini adalah cara terbaik untuk berbicara tentang segala sesuatu, yang amat dekat dengan kehidupan audience Anda sehari-hari.

METODE PRESENTASI
Jika Anda sudah bisa memutuskan bangunan logis dari topik Anda, Anda telah bisa memutuskan cara menyampaikan bahan bicara Anda.

- Kronologis -> Anda menunjukkan urut-urutan waktu dari berbagai kejadian dan proses;

- Sebab - Akibat -> Anda menunjukkan bahwa topik Anda adalah hasil dari berbagai proses dan kejadian;

- Klimaks -> Anda menunjukkan berbagai hal, mulai dari yang tidak terlalu besar atau penting, ke yang paling penting, esensial, dan substantif;

- Anti Klimaks -> Kebalikan dari Klimaks;

- Spasial -> Anda menunjukkan dimensi ruang (3 dimensi, 360 derajat, kiri-kanan, depan-belakang, dulu, sekarang dan masa depan, dan sebagainya), berkaitan dengan topik Anda.

KESIMPULAN
Terakhir, Anda bergerak menuju kesimpulan dari bicara Anda. Untuk memulainya, jangan biasakan diri Anda untuk berkata, "sebagai kesimpulan", "yang terakhir" atau sejenisnya. Sebab, ungkapan semacam itu akan segera mendorong audience Anda untuk logout, cooling down, atau mematikan "mesin"nya.

Lebih baik, Anda ungkapkan kembali introduksi Anda, dan katakan bahwa semua itu adalah penting, dan katakan pula apa yang Anda inginkan dari mereka.

Jika Anda sudah bisa mulai melatih semua hal di atas, Anda sudah bisa mulai mengeksplorasi gaya penyampaian yang elegan dan menawan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar