Rabu, 20 Maret 2013

Menghadapi Interupsi


Menghadapi Interupsi
Terjemahan bebas materi dari:
"Communication For Confidence"

Interupsi: Kemungkinan adalah kata yang paling dibenci dalam arena komunikasi.

Adalah sangat mudah bagi seseorang, untuk terperosok ke dalam kebiasaan menginterupsi orang lain. Pada beberapa orang, kebiasaan ini bahkan sering tidak disadari oleh pelakunya sendiri.

Pertama, Anda harus membenci sikapnya, dan bukan orangnya.

Orang yang menginterupsi, biasanya punya niat dan motivasi yang kuat. Dan tipe orangnya bisa dibagi menjadi:

1. Tahu segalanya sebagai "Kamus Berjalan";
2. Pokoknya serba tahu saja. Titik.

Mempelajari tipe-tipenya di atas, akan membantu kita memanfaatkan mereka.

Kita pasti pernah bertemu dengan orang yang hobi menginterupsi (sekalipun sebenarnya tidak perlu menginterupsi). Kita juga pernah bertemu dengan orang yang menginterupsi dengan ide yang bagus, nyeleneh atau malah kita anggap gila. Beberapa dari orang-orang ini adalah orang yang kreatif. Proses berpikir mereka tidak linier. Beberapa di antaranya bahkan punya pola pikir kuantum (cenderung acak dan melompat-lompat).

Coba Anda perhatikan, pebisnis yang sukses biasanya punya orang-orang semacam itu di sekitar mereka! Karena apa? Karena mereka bisa berpikir dengan cara yang berbeda. Mereka bisa memberi perspektif yang tidak bisa diberikan oleh orang lain. Membuang mereka, bisa jadi justru merugikan. Akan tetapi, tidak semua interupter punya kualifikasi seperti ini. Itu sebabnya, kini kita pelajari perbedaannya.

Tindakan atau perilaku menginterupsi, pada dasarnya tidak buruk. Mari kita lihat beberapa teknik yang bisa menghandle atau bahkan memanfaatkan para destroyer ini.

Penting: Gunakan penilaian situasional di sini. Lihatlah kesesuaiannya dengan situasi yang sedang dihadapi.

PELAJARI PERILAKU INTERUPSI DALAM DIRI SENDIRI
Interupsi tidak terjadi hanya dalam pembicaraan yang mengeluarkan bunyi, akan tetapi juga terjadi di dalam pikiran dan tindakan kita yang tanpa suara. Interupsi verbal amat mudah dikenali. Jika Anda ingin menuntaskan masalah ini, coba dan pahamilah semua area dalam kehidupan Anda, di mana Anda menginterupsi diri sendiri.

Beberapa objek seperti telepon yang masuk, sering menginterupsi aktivitas kita dan membuat kita uring-uringan. Kita sering menganggapnya terjadi di waktu yang tidak tepat.

KETAHUI TUJUAN INTERUPSI
Interupsi itu seperti orangnya, punya maksud, tujuan dan pesan. Sekali kita bisa mengetahui setidaknya tiga area dalam hidup kita, di mana kita menderita karena interupsi, mulailah melihat berbagai kemungkinan alasan yang menciptakannya.

Terlepas dari mekanismenya (seperti contoh telepon di atas), Anda juga bisa melakukan interupsi di dalam proses berpikir. Ini adalah sangat penting. Cara terbaik untuk me-manage-nya adalah dengan berfokus pada interupsi itu.

Alam tak sadar kita sangat protektif, dan jika "ia" merasa bahwa kita melupakan sesuatu, "ia" akan membawanya ke alam sadar. "Ia" melakukannya dengan mengirimkan sinyal, baik langsung maupun tidak langsung. Selalulah menghargai sinyal-sinyal ini. Semakin Anda menghargai mereka, akan makin berguna mereka bagi Anda.

Contoh:
Anda sedang bersiap untuk memulai kerja. Sementara itu, berulang-ulang melintas "penampakan" yang mengatakan bahwa HP Anda ketinggalan di rumah. Ia terus-menerus muncul di kepala Anda. Anda mengecek tas, dan ternyata HP itu ada di sana. Maka kemudian Anda akan mulai mengabaikan "penampakan" itu. Dalam situasi ini, hargai "penampakan" ini dan pahami bahwa ia telah terjadi.

Jika Anda membencinya, mencoba menekannya atau menjadi stress gara-gara itu, Anda sebenarnya mulai tidak mempercayai alam tak sadar Anda. Hindarilah perilaku seperti ini.

SADARLAH SAAT ANDA MENGINTERUPSI ORANG LAIN
Apa yang terjadi adalah, alam tak sadar Anda sedang mencoba mengabdi pada Anda. Atau bisa juga, "ia" adalah ego Anda yang sedang berupaya untuk unjuk gigi, dan menampilkan betapa "ia" adalah orang yang sangat penting.

Cara terbaik menghadapinya: tertawakan saja "ia" atas usahanya itu.

Tertawakan dalam hati, dan berterimakasihlah atas pesannya. Tandai pesan itu, dan sampaikan belakangan, setelah orang lain selesai bicara. Bisa jadi, memang penting bagi orang lain untuk mendengar pesan itu.

Ide dasarnya adalah, tidak memaksakan interupsi, akan tetapi menyalurkannya dengan cara yang berbeda.

MENGHADAPI ORANG LAIN YANG MENGINTERUPSI
Ada beberapa cara dalam menghadapi orang lain yang menginterupsi kita. Dan ini sangat tergantung pada situasi dan konteks yang ada.

Berhati-hatilah dalam menggunakan teknik ini.

Jika berhadapan dengan orang yang mati-matian menginterupsi, Anda bisa mengatakan secara langsung, "Maaf, bukankah Anda menginterupsi Saya?" atau "Anda menginterupsi lho!" atau "Bisa nggak, itu Anda jadikan pertanyaan, yang diajukan belakangan dan Saya jawab nanti?"

Gunakan perasaan dan penilaian yang sehat saat Anda melakukan ini.

Cara lain, buatlah ia tahu bahwa ia terlalu banyak menginterupsi dan tunjukkan saja artikel ini kepadanya. Sederhana bukan?

Dengan begitu, Anda mencapai dua sasaran sekaligus. Anda menunjukkan kepadanya bahwa Anda tahu, bahwa ia terlalu banyak menginterupsi. Bahwa Anda menaruh perhatian kepadanya dan Anda ingin menolongnya.

CARA MEMANFAATKAN INTERUPSI
Akui saja, kita semua melakukannya. Interupsi adalah alamiah. Sekali Anda bisa menerimanya, kita bisa mulai belajar tentang bagaimana menggunakan kekuatan interupsi.

Tunggu saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar