Rabu, 20 Maret 2013

Bicara Internal Usir Stress

Tips #81: Bicara Internal Untuk Mengurangi Stress
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Suzanne Zoglio, Ph.D.
Motivational Speaker

Zaman ini adalah zaman edan. Zaman yang penuh kegilaan. Zaman yang penuh kejutan. Tak terduga, menyentak jiwa, dan menyakitkan tentu saja. Zaman ini adalah zaman di mana orang mengalami stress. Mengalami tekanan jiwa yang tak pernah diduga sebelumnya. Tak terbayangkan akan menimpa diri kita. Dan biasanya kita akan bertanya "Kok Saya?"

Bagaimana memanfaatkan kemampuan dasar kita dalam berkomunikasi untuk membantu keadaan ini?

Berbicara, tidak dilakukan dengan hanya membuka mulut dan bersuara. Sebab, itu berbicara untuk didengar orang lain. Pernahkah kita berbicara pada diri sendiri? Jika kita sudah jarang melakukannya, maka latihlah lagi kemampuan dasar ini agar kita selamat dari prahara dan anarki. Bicaralah pada diri sendiri. Inilah kekuatan dasar Anda yang akan sangat menentukan kualitas eksternal Anda. Berkomunikasilah secara internal.

Dan tentu saja, ini ada ilmu dan tekniknya. Ada tips dan triknya juga.

1. METODE JIKA
Coba lakukan ini suatu hari. Setidaknya hanya untuk hari itu saja. Ubahlah "pernyataan pembatasan" Anda, menjadi "pernyataan strategi".

"Saya nggak bakal dapat promosi."

Ubah batasan itu menjadi:

"Saya bisa dapat promosi suatu hari, JIKA Saya bisa berprestasi dan menonjol di suatu sisi."

2. METODE BERTANYA
Belajarlah untuk mengalihrupakan setiap keluhan (Anda dan orang di sekitar Anda) menjadi suatu pertanyaan. Keluhan adalah tanda kekalahan. Pertanyaan di sisi yang lain, adalah tuntutan untuk suatu jawaban. Dan jawaban itu, bermuara pada solusi.

"Setiap orang jelek sekali moodnya hari ini!"

Ubah kekalahan itu menjadi:

"Apa yang bisa Saya lakukan untuk menceriakan suasana?"

3. METODE BAHASA
Waspadai bahasa Anda. Seperti dua contoh di atas, bahasa dan bicara adalah sesuatu yang teramat penting untuk dijaga. Bicara baik atau diam. Mulutmu harimaumu. Dan sebagainya. Anda mungkin bisa mengatakan ini:

"Dasar idiot! Kamu selalu saja melakukannya!"

Berhentilah seketika, saat Anda mulai melukai orang lain secara pribadi.

Ubah serangan itu menjadi:

"Ya sudahlah. Dalam situasi ini, kamu sudah mencoba sebisanya."

Jika Anda masih belum puas dan merasa masih ingin "membahasnya", lakukan dengan cara yang sama. Ganti setiap serangan dengan pertanyaan yang sehat dan permakluman.

4. METODE "MENGAPA TIDAK?"
Kondisi mood dan "cuaca" hati seringkali membuat kita menjadi malas. Dan Anda, mulai merasa "harus" melakukan sesuatu. Ubahlah keharusan itu menjadi keinginan. Menjadi pilihan dan keikhlasan. Jika Anda mulai mempertimbangkan opsi dan pilihan, dari pada bereaksi mengikuti bad mood, Anda akan mulai menemukan jalan.

Selalulah bertanya:

"Mengapa tidak?"
"Apa salahnya Saya melakukan itu?"
"Apa ruginya?"
"Emang bisa ngelukain Saya?"

5. METODE PENGUJIAN "YA!"
Jika Anda menemukan diri Anda berpikir:

"Saya sebenarnya nggak mau, tapi Saya benar-benar harus melakukannya."

Tolong pikirkan ulang sekali lagi, dan jangan jadikan "ya" sebagai kebiasaan yang otomatis. Anda harus melakukannya dengan penuh kesadaran. Bertanyalah sekali sebelum melangkah lebih lanjut:

"Apa permintaan itu memang tepat?"
"Apakah Saya memang orangnya?"
"Apakah Saya bisa menegosiasi deadlinenya?"

Jika Anda tetap bisa menjawab "ya", maka silahkan teruskan. Jika tidak, tolak saja.

6. METODE "RENCANA 1 MENIT"
Ada saatnya di mana Anda merasa seperti pembalap F-1 di sirkuit. Bedanya, hari itu Anda sedang memacu hidup Anda sendiri. Waspadalah, sebab jika tidak, Andalah yang akan mematahkan batang leher sendiri.

Jika Anda merasa sedang berperilaku demikian, beri waktu sekitar 1 menit untuk menyusun rencana. Dalam 1 menit itu, inilah yang perlu Anda lakukan:

- Tulis 10 hal yang harus Anda lakukan, capai atau selesaikan hari itu;
- Bagi dalam tiga blok besar sesuai dengan tingkat kepentingannya. 1-3, 4-6, dan 7-10;
- Mulailah men-tackle (musim bola nih!) yang ranking pertama.

Prioritas atau first thing first menurut Covey.

7. METODE "ISTIRAHAT 1 MENIT"
Ini adalah resep 3x sehari. Lakukan setidaknya tiga kali sehari. Lakukan 1 menit istirahat untuk sekedar "memperbaiki" pernafasan Anda. Sungguh, kondisi stress pasti menyelewengkan proses normal cara bernafas Anda.

Berdiri tegak, ambil nafas panjang dan dalam, gunakan pernafasan perut. Lakukan hitungan enam detik. Enam detik menarik, enam detik menahan dan enam detik mengeluarkan. Jika Anda tidak bisa enam detik, kayaknya Anda harus ke dokter untuk memeriksakannya. Stress Anda sudah melewati ambang batas. Lakukan aktivitas ini dalam lima siklus.

Kita mungkin sering lupa melakukannya, tapi percayalah, apapun akan bisa Anda lakukan dengan lebih efisien di menit berikutnya.

8. METODE MENGHADAPI "BLAME GAME"
Di zaman ini, "blame game" sudah menjadi tren tersendiri.

"Kamu ini gimana sih!"
"Cewek itu bikin darah Gua mendidih!"
"Ngobrol ama Dia bikin pening sampe ke ubun-ubun!"
"Rusak dah hari Gua!"
"Ini kantor bikin sumpek!"

Perhatikanlah bahwa jika Anda melakukannya, Anda telah menyumbang 'sesuatu' di sana. Yaitu, Anda telah memicu dan mendongkrak stress Anda sendiri. Orang lain tidak akan bisa membuat Anda stress tanpa bantuan Anda. Jika tidak berhati-hati, Anda malah meng-empower-nya.

9. METODE "UJI EKSPEKTASI"
Otak Anda mungkin menjerit, "Cepetan dong! Lambreta nih!" Uji lagi ekspektasi Anda.

- Apakah 'to do list' Anda memang do-able?
- Apakah semua itu memang aturable?
- Apakah itu realistis?

Cobalah Anda tengok daftar 'done' Anda lagi. Dengan hanya mundur selangkah dan melihat apa yang telah Anda capai, lakukan atau selesaikan, Anda akan segera tahu bahwa Anda sebenarnya mengalami kemajuan. Selangkah mundur, adalah break Anda yang membantu agar Anda sendiri tidak mengalami 'break'.

10. METODE POMPA
Berilah makanan untuk batin Anda. Suplailah jiwa Anda. Taklukkan otak dan perasaan Anda dengan kekayaan jiwa.

Saat Anda bangun, ungkapkan pernyataan yang meng-afirmasi diri sendiri.

"Saya siap!"
"Saya bisa!"
"Sebab Saya sudah berdoa, Shalat Dhuha dan membaca Basmallah."
"Maka: Insya Allah!"

Catatan moderator:Di sinilah bedanya ilmu barat yang sekuler dan humanis, dari ilmu ketimuran yang penuh dengan nilai religi. Mereka sering meletakkan nilai-nilai tinggi di tempat rendah, hanya karena persoalan sekuler, ilmiah dan humanis. Saran Saya, jadikan tips nomor 10 ini sebagai tips yang pertama, karena begitulah yang seharusnya. BTW, Saya sering utak-atik yang beginian dalam buku Saya "Berpikir Diagonal" -- yang sampai saat ini baru BAB III dan entah kapan selesainya.

Ingatlah bahwa satu harian ini, dari pagi sampai matahari tenggelam nanti, Anda akan dibombardir dengan berbagai 'pesan' positif dan negatif. Oleh sebab itu, setup-lah filter Anda, dan pilihlah pesan mana yang ingin Anda olah dan menjadi bagian dari hidup Anda.

Latihan dasar berkomunikasi secara internal ini, menentukan bagaimana Anda berkomunikasi secara eksternal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar