Kamis, 21 Maret 2013

Kendala Mendengar

Tips #96: Mendengar Lebih Baik dan Efektif
Dari materi oleh:
Kevin J Murphy
Effective Listening Institute


"Tuhan memberi kita dua telinga dan satu mulut, supaya kita mendengar dua kali lebih banyak daripada berbicara."-- N.N. --"When I am getting ready to reason with a man, I spend one-third of my time thinking about myself and what I am going to say and two-thirds about him and what he is going to say."-- Abraham Lincoln --

Pernahkan Anda mendengar ini: "Pembicara yang baik adalah pendengar yang terbaik."?

Mendengar, ternyata bukan hanya "masuk kiri keluar kanan" atau sebaliknya. Mendengar ternyata benar-benar mencoba memahami apa yang dikatakan orang lain. Mendengar adalah sebuah proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan, refleks atau insting. Mendengar adalah upaya untuk menghubungkan titik-titik yang kadangkala menyatakan pesan-pesan yang tersembunyi.

Stephen Covey si pengarang "Seven Habits" itu, mengungkapkan "most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply". Mendengar dengan lebih baik secara nyata akan membuka kemungkinan munculnya berbagai peluang baru.

Anda mungkin mengalami penyakit kesulitan mendengar. Berikut ini adalah intisari dari sebuah buku berjudul "Back-To-Basics Listening" karangan Kevin J Murphy yang juga menulis buku "Effective Listening". Ia adalah seorang pentolan dari Effective Listening Institute.

Ada lima kendala dalam proses mendengar. Semua kendala ini akan menjadikan proses mendengar menjadi tidak efektif. Kelima kendala itu adalah:

- Preoccupation
- Preconceived ideas
- Talking too much
- Thinking of responses, dan
- A lack of interest.

Proses mendengar akan menjadi lebih efektif jika kita berhasil mengatasi kendala-kendala di atas. Kendala-kendala itu bisa muncul sendiri-sendiri, gabungan atau bersama-sama.

PREOCCUPATION

Preoccupation atau preokupasi, adalah situasi di mana seseorang sedang "sibuk" dengan sebuah urusan lain yang tidak secara langsung berhubungan dengan topik pembicaraan. Sebagai contoh, kondisi ini bisa dialami oleh seorang istri yang ditanya suaminya tentang urusan sekolah anak sementara sang istri itu sedang memelototi film India kesukaannya. Atau, kondisi ini juga bisa dialami oleh seorang rekan kerja yang tengah sibuk mengetik proposal penjualan kemudian ditanya tentang di mana letak ordner penjualan bulan lalu.

Kendala ini berakar pada kekhawatiran alamiah kita berkaitan dengan sesuatu yang harus dikerjakan atau harus diselesaikan. Pada dasarnya, ketidakmampuan kita untuk bersikap rileks dan tetap berkonsentrasi pada saat yang sama akan memunculkan hambatan untuk berfokus pada realitas "di sini" dan "saat ini". Apa yang terjadi dalam situasi ini barulah sebuah proses "mendengar" dan sama sekali belum "menyimak".

Preokupasi adalah kendala terbesar dalam proses mendengar. Beberapa studi menunjukkan bahwa 40% dari waktu kita digunakan untuk memikirkan masa lalu, 40% untuk memimpikan berbagai kejadian di masa depan dan hanya 20% untuk berfokus pada situasi sekarang.

Preokupasi adalah juga sebuah fenomena pelarian sementara dari realitas atau kenyataan.

Dalam situasi yang menekan, kita akan cenderung tenggelam dalam mengingat-ingat masa lalu yang lebih indah dan nikmat.

Kendala ini hanya bisa diperbaiki apabila kita memahami fakta tentang kecenderungan setiap orang untuk terpeleset ke dalam keadaan yang setengah melantur.

Jika anda mengalaminya, kendala ini bisa diatasi dengan beberapa teknik berikut:

1. Lupakan. Bila sesuatu itu tidak terjadi sekarang dan di sini, dan kita tidak bisa menyentuh, merasakan atau memperbaikinya - lupakan saja. Itu sudah terjadi dan tidak bisa kembali lagi. Jika itu memang buruk, petik saja hikmahnya dan perbaiki di masa depan. Jangan buang waktu berjam-jam hanya untuk menebak-nebak. Jika Anda tetap memaksa, maka hal itu hanya akan meningkatkan gejala preokupasi dan menambah frustrasi.

2. Bangun rutinitas. Ketidakpastian di masa depan akan menciptakan kekhawatiran. Ciptakan rutinitas untuk mengurangi beban selalu mengingat-ingat apa yang harus dikerjakan dan kapan mengerjakannya. Cobalah implementasikan hal ini secara harian.

3. Don't sweat the small stuff (Anda mungkin pernah membaca sebuah buku dengan judul ini). Jika mobil Anda sudah tidak pernah dicuci sejak dua bulan yang lalu, ya sudah biarkan saja. Berfokuslah pada hal-hal lain yang jauh lebih penting.

4. Delegasikan. Usahakan orang lain ikut ambil bagian dalam menyelesaikan tugas Anda. Ini akan meringankan beban mental Anda.

5. Buat catatan. Mengingat segala sesuatu sampai ke hal-hal yang kecil adalah beban berat. Sediakan selalu buku kecil atau post-it di dekat Anda untuk keperluan mencatat.

6. Ambil nafas panjang, rileks dan tersenyumlah. Berbagai hal jarang sekali lebih serius daripada apa yang terlihat. Berbagai masalah biasanya lebih berat di kepala daripada di pundak. Dengan hal seremeh ini, kemampuan Anda dalam mendengar akan seratus kali lebih efektif.

PRECONCEIVED IDEAS

Gejala inilah yang melahirkan istilah "pikiran sempit atau cetek", "keras kepala" atau "masuk kiri keluar kanan" atau malah "otak udang" dan "otak di dengkul". Preconceived ideas adalah berbagai ide dan gagasan atau pemahaman yang sudah terlanjur mendominasi pemikiran seseorang. Kendala ini mengakibatkan munculnya penolakan terhadap berbagai input baru ke dalam pemikiran. Kendala ini juga berhubungan dengan ego, rasa tidak nyaman dan kemalasan.

Gejala yang bisa dilihat dari keberadaan kendala ini adalah kecenderungan untuk menggeneralisir dan bereaksi tanpa fakta-fakta yang lengkap. Jelas, hal ini menghambat efektifitas proses mendengar.

Apa yang terjadi, adalah mendengar akan tetapi tidak menyerap informasi yang dibutuhkan dan bereaksi dengan tepat. Jika Anda dihinggapi kendala ini, Anda cenderung tidak suka ditantang dan tidak suka mengubah sikap. Rasa tidak nyaman yang ada pada diri Anda akan menghambat setiap input yang akan mempengaruhi atau merubah rasa nyaman Anda. Anda akan cenderung tidak bisa diakses dan tidak sabaran. Teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Berhentilah mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang tentang Anda dan mulailah mengkhawatirkan apa yang dipikirkan orang.

2. Sediakan waktu dan bertanyalah. Lihatlah proses menerima input sebagai suatu proses belajar yang menyenangkan. Berhentilah memuja status quo. Berhenti mendengar berarti berhenti belajar.

3. Perlakukan tantangan dan komentar orang lain sebagai penghargaan. Tidak perlu takut salah. Jika orang tidak menganggap Anda penting, mereka tidak akan menantang atau berkomentar.

4. Ingatlah bahwa aturan bisa berubah. Sekalipun Anda sudah pernah menghadapinya, tidak berarti Anda masih bermain di arena yang sama. Apa yang tidak Anda ketahui bisa melukai Anda. Segala sesuatu pasti berubah.

5. Berjalanlah agak jauh dengan sepatu orang lain (Anda mungkin perlu membaca buku Edward De Bono tentang hal ini). Belajarlah untuk sensitif.

TALKING TOO MUCH
The more you talks, the less you listen. The more you talks, the less others will listen. Seseorang yang terlalu banyak berbicara cenderung dilatarbelakangi oleh rasa bersalah, takut, khawatir, tidak nyaman atau sifat egois. Orang yang talkoholic merasa bahwa mereka harus bicara, wajib bicara, hanya untuk mendengar dirinya sendiri berbicara.

Efek samping dari berbicara terlalu banyak adalah hilangnya dialog yang penuh arti karena pihak lain yang log out. Orang lain justru akan mengabaikannya. Jika Anda merasa terlalu banyak berbicara, teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Pikirkan dahulu sebelum berbicara. Jika tidak, bicara Anda bisa jadi malah membingungkan. Siapkan kerangka dari poin-poin yang hendak Anda sampaikan. Hindari percampuran isu.

2. Evaluasi signifikansi dari pernyataan Anda. Jika waktu Anda sempit, jangan ungkapkan sesuatu dengan berputar-putar.

3. Biarkan orang lain menguasai forum terlebih dahulu. Anda mendengar, Anda belajar. Dengan mendengarkan orang lain terlebih dahulu, Anda mungkin akan menemukan bahwa pemikiran Anda tidak relevan, tidak cocok atau bahkan memalukan. Seorang pegawai yang akan Anda pecat, jika diberi kesempatan untuk berbicara, mungkin justru akan mengajukan pengunduran diri. Ongkosnya, bisa jadi jauh lebih murah.

4. Kendalikan mulut Anda. Mulut Anda harimau Anda. Segelas minuman di dekat Anda bukan hanya untuk menghilangkan rasa haus. Gelas itu bisa menunda bicara Anda.

5. Bertanyalah. Pertanyaan yang benar dan relevan akan mengatakan pada orang lain bahwa Anda menyimak.

6. Biarkan orang lain jadi bintang panggung. Buatlah orang lain menikmati lampu sorot. Biasakan sharing dengan orang banyak. Lebih mudah mendengarkan dari banyak orang dari pada hanya satu mulut yang harus didengarkan.

7. Makin banyak bicara akan makin banyak mengabaikan. Makin banyak bicara, makin besar kemungkinan salah omong. Jika ragu, lebih baik diam.

8. Batasi waktu. Jika Anda muncul kemudian orang lain bersembunyi atau menghindar, itu mungkin tanda bahwa Anda terlalu banyak berbicara dan kurang mendengarkan. Tunjukkan bahwa Anda punya prioritas lain. Ciri komunikasi yang sehat adalah seimbangnya proses memberi dan menerima informasi. Pembicara harus membuat orang lain mendengar dan pendengar harus membuat orang lain berbicara.

THINKING OF RESPONSES
Kendala ini sering disebut dengan "bigger fish syndrome", yaitu kesulitan untuk menjaga kesinambungan pernyataan. Untuk melanjutkan pernyataan, seseorang biasanya masih dipengaruhi atau diokupasi oleh pernyataan lawan bicara sebelumnya. Bahaya dari kendala ini adalah dampaknya terhadap ego dan hubungan baik.

Anda harus mengetahui apakah pernyataan Anda memperkuat atau malah melemahkan pernyataan Anda yang lain.

Kendala ini berhubungannya dengan kendala "terlalu banyak berbicara". Maka, Anda harus mengukur tingkat kepentingan dan relevansi dari setiap pernyataan Anda. Dalam banyak hal, sindrom "the bigger fish story" akan menciptakan perlombaan bicara yang menyimpang dari maksud awalnya. Lebih jauh lagi, situasi itu akan berkembang menjadi percakapan yang "tulalit".

A LACK OF INTEREST
Kendala ini adalah kendala yang paling susah dijinakkan. Manusia cenderung mengaitkan sesuatu hanya dengan hal-hal yang dimengerti, dengan orang atau dengan sesuatu yang bisa memberi manfaat secara pribadi. Jika sesuatu tidak menarik, Anda cenderung akan mengabaikannya. Padahal, bisa jadi yang tidak menarik itu dapat merubah nasib Anda.

Adalah lebih mudah untuk mendengarkan tentang kenaikan gaji atau kenaikan penjualan. Mengapa? Sebab hal-hal itu memang lebih mudah dimengerti dan mempunyai akibat langsung yang bisa diukur.

Kendala ini hanya muncul apabila Anda beranggapan bahwa pesan yang disampaikan, bahkan pengantar pesan itu sendiri, adalah tidak penting atau tidak relevan.

Jika Anda tidak memiliki ketertarikan, maka Anda tidak akan mendengarkan. Dan satu hal lagi, itu pasti kelihatan. Sinyal itu akan menunjukkan bahwa Anda kurang respek terhadap pernyataan orang lain.

Jika Anda belum bisa berbicara sistematis, atau jika Anda sering mengalami kekakuan dalam pembicaraan, atau jika Anda sering mengalami keheningan dalam pembicaraan karena Anda tidak tahu apa lagi yang harus dibicarakan, atau jika Anda sering berbicara hal-hal yang sebenarnya di luar konteks, teknik mengatasinya adalah sebagai berikut:

1. Carilah kesamaan dan persamaan. Setiap orang pasti memilikinya. Hampir semua orang pasti punya anak, pernah bersekolah, punya hobi, punya keluarga atau mungkin suka berolahraga. Bicaralah tentang semua itu. Hasilnya, Anda akan semakin akrab.

2. Bertanyalah dalam rangka belajar. Anda bisa mendalami pemahaman orang lain dengan bertanya. Sekaligus, ini adalah salah satu cara untuk menemukan kesamaan dan persamaan.

3. Hargai orang lain sebagai dirinya, jangan pekerjaannya. Artinya, Anda juga perlu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi orang lain. Mungkin, Anda adalah seorang eksekutif puncak. Akan tetapi jika ada kondangan, mungkin Anda harus tetap memakai batik atau baju koko.

Mendengar ternyata tidak mudah. Tidak mendengar, Anda tidak belajar. Tidak mendengar dengan lebih baik, Anda tidak makin pintar.

Seni Mendengar

Tips # 66: Berbicara Sambil Mendengar
Terjemahan bebas dari materi oleh:
Oscar Bruce
Pakar Komunikasi

Pengantar Moderator:

MENDENGAR SAMA PENTINGNYA DENGAN BERBICARA
Menjadi pembicara yang baik, bukanlah hanya menjadi pembicara yang terus berbicara dan lupa mendengar. Dengan hanya berbicara dan tidak mendengar, seorang pembicara hanya akan menjadi pembicara yang membosankan dan arogan. Pembicara seperti itu hanya akan menjadi corong, tape recorder dan sekaligus audio player. Pembicara seperti ini, biasanya adalah pembicara yang terjebak dalam krisis "flight or fight", kurang persiapan atau percaya dirinya runtuh dan pridenya jatuh.

Mendengar, adalah bagian tak terpisahkan dari suatu sesi bicara. Mendangarlah yang membuat sebuah sesi bicara menjadi hidup dan tak redup. Mendengar adalah elemen penting yang menjadi sebuah sesi bicara dingat dan dikenang, sebuah sesi bicara yang membawa manfaat dan mencerahkan.

Dalam uraian berikut ini, ada beberapa kutipan penting dari orang-orang yang penting. Saya menambahkannya dengan satu hal, yaitu peringatan Rasulullah SAW: Bicara Baik atau Diam. Bicaralah yang baik dengan cara yang baik, atau diam. Mengutip Gde Prama: Speak Good, or Be Silent. Ini memang benar.

Jika kita bicara baik dengan cara yang baik, maka orang akan mendengarkan. Jika tidak, kitalah yang semestinya mendengar. Dengan ini, sebuah sesi pembicaraan akan menjadi transaksi dan pertukaran yang sehat dan menyehatkan.

Sekali lagi, Anda mungkin perlu membaca artikel kendala mendengar ini:

http://www.indodigest.com/indonesia-special-article-48.html

Dan ingatlah, mendengar dengan efektif jauh lebih sulit daripada berbicara. Jika Anda pembicara, belajarlah mendengar. Sebab mendengar sama pentingnya dengan berbicara. Menurut pakar, pembicara terbaik adalah pendengar terbaik.

ANDA BUKAN LUPA MELAINKAN TIDAK MENDENGAR
"Dr. Oscar yang baik. Apa yang terjadi pada diri Saya? Seseorang memperkenalkan diri kepada Saya. Saya memperkenalkan diri Saya. lalu tiba-tiba Saya tidak bisa mengingat lagi namanya! Apa yang terjadi?"

Saya mengatakan, "Sederhana saja, Anda tidak lupa dengan nama mereka. Anda hanya tidak pernah mendengarkannya dengan seksama sejak awal bicara. Anda hanya berfokus pada diri sendiri, dan bukan pada orang lain."

GESER FOKUS DARI DIRI SENDIRI KE ORANG LAIN
Ada ungkapan Zen yang mengatakan, "Untuk bisa meliat gambar, Anda harus keluar dari gambar." Ingat, Anda berada di tengah-tengah gambaran diri Anda sendiri. Bagaimakah cara yang paling tepat untuk bergeser sehingga bisa berfokus pada orang lain?

Psikolog besar, Carl Rogers mengatakan, "Mendengar adalah kekuatan terbesar yang dikenal manusia untuk membebaskan potensi dari diri orang lain. Komunikasi yang nyata hanya terjadi bila kita mendengaruntuk mengerti dan memahami. Untuk melihat ide dan sikap dari kacamata orang lain. Inilah kunci untuk menjadi master motivator dan persuader."

Stephen Covey si pengarang "Seven Habits" itu mengungkapkan, "most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply". Mendengar dengan lebih baik secara nyata akan membuka kemungkinan munculnya berbagai peluang baru.

Dale Carnegie, pakar berpikir positif, mengatakan "Anda bisa menciptakan lebih banyak teman baru dalam dua bulan, dengan menumbuhkan rasa tertarik dan keinginan mendengar dari mereka, ketimbang berusaha keras selama dua tahun, untuk mencoba menarik perhatian orang lain."

Selama lebih dari 40 tahu pengalaman Saya sebagai trainer komunikasi, Saya belajar bahwa hidup yang sukses dan berbahagia sangat ditentukan oleh hubungan antar personal. Dan dalam konteks itu, tidak ada yang lebih besar dampaknya daripada keinginan untuk mendengarkan.

MENDENGAR ADALAH SENI YANG TERLUPAKAN
Bukankah fenomena ini unik: Seseorang yang sudah tahu berbagai jawaban sebelum pertanyaan diajukan? Orang ini adalah orang yang "almugada" -- "apa lu mau gua ada". Dari segi negatifnya, ini menunjukkan kenyataan bahwa banyak sekali orang yang mendengar tidak untuk tujuan memahami dan mengerti. mereka mendngar hanya untuk bisa membalas percakapan.

Jika saatnya kita harus mendengar. Dengar! Itu saja, dan jangan dulu berpikir tentang me-reply, sampai apa yang didengar selesai terlaksana.

Pembicara "almugada" tidak menjadikan ke"almugada"annya untuk memborong sesi bicara. Ke"almugada"annya adalah bagian dari persiapan dan antisipasi, yang hanya akan dikeluarkan dari gudangnya, saat ia memang diperlukan. Selebihnya, pembicara itu, hanya akan bicara dengan baik: atau diam.

BUATLAH AUDIENCE MERASA DIMENGERTI
Ada sebentuk latihan, namanya "uji persepsi". Cobalah dengan teman atau orang lain yang Anda percaya.

Orang IMulailah berbicara tantang suatu topik dengan 4 atau 5 kalimat.

Orang IISaat orang I berhenti bicara, ulangi apa yang menurut orang II dibicarakan oleh orang I.

Mulailah dengan frasa seperti ini:

"Saya ingin meyakinkan bahwa Saya mengerti yang Anda bicarakan." atau
"Jika Saya tidak salah mendengar, Anda mengatakan..."
"Apa yang Anda katakan menurut Saya adalah..."

Frasa dengan paraphrasing semacam itu akan sarat dengan makna. Orang akan menyukai seseorang yang bisa membuat mereka merasa spesial. Mendengarkan orang lain, akan membuat orang lain itu merasa spesial. Sebab, ini akan menunjukkan bahwa Anda tertarik padanya.

Kesimpulannya. Bicaralah kepada audience. Bicaralah kepada mereka dengan baik. Atau, diam dan dengarkan mereka. Dengarkanlah dengan seksama. Dengarkanlah dan mengertlah mereka.

Dengar mereka, dan jadikanlah audience orang-orang yang istimewa. Maka Anda akan jadi pembicara yang sangat istimewa.

Kendala Komunikasi Bisnis

Tips #111: Enam Kendala Komunikasi BisnisMateri oleh:
Lee Hopkins
Pakar Komunikasi

WORKSHOP PUBLIC SPEAKING BATCH-4

"CARA EDAN: LEBIH PERCAYA DIRI BERBICARA KUNCI SUKSES MEMIMPIN, MENJUAL, DAN BERPRESENTASI"

http://milis-bicara.blogspot.com/2006/09/workshop-public-speaking-batch-4.html

Mengapa harus percaya diri?:
http://milis-bicara.blogspot.com/2006/08/tips-104-mengapa-harus-percaya-diri.html

ANDA DAN SUKSES ANDA

Apa jadinya jika Anda memiliki target dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya? Apa yang menentukan jarak antara Anda dan target Anda? Jarak itu ditentukan oleh PD Anda.

ANDA DAN PD ANDA

Setiap target dicapai dengan tindakan. Dalam bertindak Anda harus PD. Dari mana datangnya PD? Bagaimana PD muncul dari dalam diri sendiri? Bagaimana PD tercipta bersama orang lain? Bagaimana menciptakan achievement agar PD? Setiap tindakan untuk mencapai target dilakukan dengan berbicara. Artinya, setiap tindakan menuntut PD DALAM BERBICARA. Maka Anda, HARUS PD dalam berbicara!

KELAS INTRODUKSI

Kini telah dibuka Kelas Introduksi dalam bentuk workshop sehari. Ya, satu hari yang akan merubah hidup Anda menjadi orang yang lebih percaya diri. Dalam satu hari, Anda akan dibimbing menjadi orang yang lebih percaya diri dalam berkomunikasi secara lisan. Percaya diri alias PD, dibangun tidak hanya oleh aspek rasional (positive thinking), melainkan juga oleh aspek emosional (positive feeling), dan psikologis serta fisiologis (positive knowing). Kondisi itu bisa dicapai dengan mengikuti metode EDAN, sebuah metode yang dikembangkan oleh QA Communication. Dalam satu hari, di kelas ini Anda akan menjadi orang yang seutuhnya lebih percaya diri dalam berbicara.

FAKTA-FAKTA:

Jika Anda lebih percaya diri dalam berbicara, maka Anda lebih percaya diri dalam mencapai kesuksesan.
Ya atau tidak? --> Ya!

Jika anggota tim Anda lebih percaya diri dalam berbicara, maka tim Anda memiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan.
Ya atau tidak? --> Ya!

Jika orang-orang di dalam perusahaan Anda lebih efektif dalam berkomunikasi, maka perusahaan Anda makin mendekati kesuksesan.
Ya atau tidak? --> Ya!!!

WORKSHOP BATCH-4:

Sabtu, 18 Nopember 2006
08.30 - 17.00 WIB
Hotel Sofyan Cikini
Jl. Cikini Raya 79 Jakarta

PENDAFTARAN WORKSHOP BATCH-4:

http://milis-bicara.blogspot.com/2006/09/workshop-public-speaking-batch-4.html
http://speaking.indodigest.com
http://milis-bicara.blogspot.com

Batch-1, 22 Juli 2006 - peserta puas 100%.
Batch-2, 26 Agustus 2006 - peserta puas 100%.
Batch-3, 21 September 2006 - peserta puas 100%.
Lihat detil di sini: http://speaking.indodigest.com
Foto-foto: http://speaking.indodigest.com/pembicara.html

Tips #111: Enam Kendala Komunikasi Bisnis

Materi oleh:
Lee Hopkins
Pakar Komunikasi

Dalam berbisnis, Anda perlu berkomunikasi. Dalam mengkomunikasikan bisnis, Anda mungkin punya masalah. Ada enam kendala yang mungkin muncul dalam mengkomunikasikan bisnis Anda. Berikut ini adalah rincian kendala itu dan cara untuk mengatasinya.

1. Struktur komunikasi yang buruk
2. Penyampaian yang lemah
3. Penggunaan media yang salah
4. Pesan yang campur aduk
5. Salah audience
6. Lingkungan yang menganggu


STRUKTUR KOMUNIKASI YANG BURUK
Struktur sebuah komunikasi adalah faktor esensial, yang menentukan baik-buruknya komunikasi bisnis Anda. Tidak penting apakah audience Anda hanya satu orang atau ribuan orang, struktur komunikasi yang baik tetaplah yang terbaik di tengah bisingnya lingkungan bisnis dan pemasaran saat ini. Pesan Anda, tetap harus 'terdengar' di tengah riuh-rendahnya semua itu.

Struktur komunikasi yang baik mengikuti pola:

- Pembukaan
- Isi
- Penutup

Kemudian: Umum -> khusus -> umum, atau global -> detil -> global

PENYAMPAIAN YANG LEMAH
Tidak terlalu masalah apakah pesan komunikasi Anda penting atau impresif, jika Anda menyampaikannya tanpa 'tonjokan', Anda tidak bisa meyakinkan orang sesuai yang Anda harapkan. Lebih dari itu, jika 'tonjokan' Anda sudah telak pun, tetaplah pesan Anda perlu waktu untuk punya efek.

Pesan Anda harus bertenaga. Pesan Anda tidak boleh seperti lawakan yang tidak lucu.

Janganlah Anda campuradukkan antara penyajian dengan penyajinya. Penyajinya mungkin pemalu, tapi jika pesannya bisa menonjok, maka audience akan bergantung pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Jadi, tidak usah ragu tentang siapa diri Anda. Khawatirlah tentang pesan Anda. 'Menonjok'kah, atau hanya sekedar 'mengelus-elus' saja.

SALAH MEDIA
Tak perlu Anda menyelenggarakan sebuah meeting besar dengan menghadirkan semua orang dalam organisasi, hanya untuk memberitahukan bahwa para pegawai kini tidak lagi mendapatkan ballpoint gratis dari kantor. Memo kecil yang diedarkan sudah lebih dari cukup.

Begitu pula, pilihlah dengan tepat media komunikasi bisnis Anda. Jika koran, apakah koran lokal atau koran nasional? Jika TV apakah TV lokal atau TV nasional? Jika majalah, apakah semua majalah atau majalah bisnis saja? Jika billboard, apakah memang perlu di setiap sudut jalan? Apa yang menjadi pengecualian, mungkin hanya internet, karena murahnya biaya.

Dalam berpresentasi, jika Anda menggunakan PowerPoint, apakah memang perlu menjejalinya dengan segala data dan bagan yang terkait? Apakah itu memang perlu atau bisa dilakukan hanya dengan selembar atau dua lembar fotokopi?

Jika pesan Anda kompleks, maka berilah ruang lebih untuk audience agar mereka bisa mencerna pesan Anda dengan lebih leluasa. Di kamar tidur, di kamar mandi, di restoran, di mobil saat hendak ke kantor, sambil berlari di treadmill, dan sebagainya. PowerPoint, hanya dilakukan di ruangan tempat Anda bicara. Waktu audience sempit, dan mereka tidak punya infocus di kamar mandinya.

Berilah ruang lebih bagi audience agar bisa mencerna pesan Anda sesuai kecepatan mereka.

PESAN YANG CAMPUR ADUK
Jika pesan Anda campur aduk, maka Anda tidak merengkuh audience, melainkan mengasingkan mereka ke sebuah pulau terpencil di kutub selatan sana.

Berhati-hatilah Anda dengan dua hal ini:

1. Menggunakan jargon yang mungkin dikenal, tapi sulit dicerna dan dipahami.
2. Mencoba menghemat waktu dan kertas dengan menjejalkan lebih dari satu pesan menjadi pesan tunggal.

Contoh 1:
Anda membuat pengumuman tentang pemotongan anggaran untuk biaya telepon, yang di dalamnya managemen meminta para pegawai untuk mengambil sikap dan perilaku tertentu, kemudian Anda sekaligus juga mengumumkan tentang family gathering perusahaan.

Contoh 2:
Anda mengumumkan tentang larangan untuk memberi hadiah kepada klien, dan pada saat yang sama Anda memberikan PENGECUALIAN untuk klien baru tertentu yang berpotensi besar bagi perusahaan. Dan Anda, sama sekali tidak memberi rincian dan pedoman tentang "klien baru berpotensi" itu.

SALAH AUDIENCE
Salah audience, pasti dimulai dari diri Anda sendiri. Misalnya, Anda memberikan topik A yang menurut Anda sedang hot di pasaran. Dalam presentasi, Anda menyampaikan berbagai hal yang justru sedikit sekali hubungannya dengan topik A. Menurut Robert Cialdini, presenter yang demikian disebut dengan 'smuggler of influence'. Jika hal demikian memang disengaja, maka Anda bisa disebut sebagai 'penjahat presentasi'.

Dalam faktanya, jika pun Anda sudah mati-matian memilih topik yang menurut Anda tepat, tetaplah Anda berpeluang untuk menuai audience yang salah. Dan jika kesalahan itu tak tertebus sampai dengan akhir presentasi Anda, alias audience tidak memperoleh 'keuntungan substitusi' dari presentasi Anda, maka Anda akan disesali oleh audience Anda.

QA Communication pun mengalami hal ini. Topik workshop yang berjudul "CARA EDAN: LEBIH PERCAYA DIRI BERBICARA KUNCI SUKSES MEMIMPIN, MENJUAL, DAN BERPRESENTASI", masih menuai audience yang berharap bahwa workshop itu adalah tentang teknik presentasi, atau setidaknya mencapai percaya diri dengan teknik presentasi. Padahal, workshop itu adalah tentang fenomena booster untuk rasa percaya diri berbicara, yang jauh lebih penting dari persoalan teknis presentasi semata. Dan padahal, topik itu juga telah diupayakan agar bisa menuai audience yang netral, yaitu siapapun yang ingin percaya diri dalam berbicara. Di workshop berikutnya (ParaSpeaking dan Performance Speaking), barulah mereka akan mendapatkannya. Gitu lho...

Hati-hati juga, jika Anda akan berpresentasi di sebuah event di mana ada banyak penyaji selain Anda. Anda bisa terpengaruh untuk 'melakukan penyesuaian' di detik-detik terakhir sebelum Anda maju dan berbicara. Waspadalah karena Anda bisa terjebak pada perubahan yang justru tidak Anda inginkan. Sekalipun, topik penyaji lain memang lebih menarik menurut Anda.

Salah audience, bisa menjadi kesia-siaan bagi Anda dan tentu saja... audience Anda.

Pilihlah audience Anda dahulu, baru pilihlah topik Anda.

LINGKUNGAN YANG MENGGANGGU
Lingkungan yang mengganggu jelas kendala komunikasi bisnis buat Anda. Suara nada sambung handphone saat Anda bicara adalah contohnya. Apapun bentuknya, gangguan dari lingkungan akan membuat bicara Anda tidak bisa optimal didengar.

Beberapa hal ini perlu Anda perhatikan:

- Suara Anda tidak terlalu keras
- Banyak audience yang mengobrol saat Anda bicara
- Suara dari luar ruangan, dari jalanan, raungan sirine dari ambulan, pemadam kebakaran atau polisi
- Suara dari ruangan sebelah
- Bunyi handphone dari kantong audience
- Interupsi
- Sesi bicara yang terlalu menegangkan
- Pikiran audience yang melanglang buana (lihat mata mereka)
- Slide Anda (atau isinya) terlalu kecil atau layarnya terlalu jauh
- Terlalu banyak daya tarik dari luar ruangan karena pintu yang terbuka atau jendela yang tembus pandang
- AC ruangan terlalu dingin atau bahkan tidak menyala
- Maaf, ada yang kentut di dalam ruangan yang tertutup


Apapun harus Anda lakukan demi fokusnya audience Anda. Sebab gangguan lingkungan, bisa membuat presentasi Anda hanya berjarak selangkah dari 'nothing'.

KESIMPULAN
Kendala komunikasi bisnis Anda bisa bermacam-macam. Dengan kehati-hatian dan kecermatan, sebagian besar kendala itu bisa diatasi dengan mudah. Dan presentasi Anda, akan lebih bermakna.

Dengan kendala yang bisa diminimalisir, presentasi Anda akan bermuara pada situasi terbaik audience untuk mendengar dan mengerti apa yang menjadi MDA Anda.

MDA = Most Desired Action

Menjadi Pembicara Terbaik

16 Tips Dari "61 Jalan Untuk Menjadi Pembicara Terbaik"
Olivia Stefanino
Professional Speakers Association

1. Mantapkan kredibilitas Anda dan diri Anda sebagai "penguasa" dari topik pembicaraan. Yakinkan bahwa Anda menguasai topiknya. Jelaskan kepada audience mengapa mereka harus mendengarkan dan percaya kepada Anda. Lakukan ini dengan tidak lebih dari tiga kalimat.

2. Pahamilah bahwa dengan persiapan yang cukup, Anda menghargai audience Anda secara efektif. Anda seperti berkata "Anda semua penting bagi Saya sehingga Saya memutuskan untuk meluangkan waktu mempersiapkan ini semua." Mengatakan bahwa Anda tidak punya waktu untuk mempersiapkan diri, atau meminta maaf di muka karena merasa tidak siap, adalah tindakan yang ofensif, membuat Anda terlihat malas dan tidak profesional. Jangan meminta maaf atas siap-tidaknya Anda.

3. Jika hal tak terduga terjadi, dan Anda merasa gamang, maka gamanglah - tapi jangan ceritakan kepada audience. Anda tidak akan mendapat simpati dari mereka; dan lagi-lagi, Anda akan terlihat tidak profesional.

4. Jangan pernah, memulai pembicaraan dengan mengatakan bahwa Anda gugup, atau bahwa Anda belum pernah melakukan hal ini sebelumnya... Anda hanya akan menarik perhatian mereka ke hal-hal yang semestinya tidak Anda perlihatkan. Percayalah, audience Anda akan segera mulai mencari bukti-bukti untuk mendukung pernyataan Anda itu.

5. Bernafaslah! Gugup dapat membuat Anda berat bernafas - yang tidak akan mendukung getaran dan proyeksi suara Anda. Segelas air minum di dekat Anda akan bisa membantu. Dan kala Anda meneguknya, Anda mungkin akan terlihat percaya diri.

6. Jadilah enerjik. Sebelum Anda bicara, Anda bisa membayangkan bahwa audience sanga puas dengan presentasi Anda. Cara yang paling mudah, bacalah lagi SMS-SMS yang menyenangkan di HP Anda.

7. Gunakan suara dari perut Anda dan bukan dari dada Anda. Proyeksi suara Anda akan lebih baik. Anda hanya bisa melakukannya jika Anda rileks. Dengan ini, Anda terdengar lebih percaya diri. Anda bisa melatih ini - tentu saja di rumah - dengan menekan perut Anda ke tembok dan berbicaralah dengan cukup keras. Anda akan merasakan bagaimana seharusnya.

8. Perhatikan makanan Anda sebelum berbicara. Para pembicara, punya "manajemen MCK" mereka sendiri. Sehari sebelumnya, jangan pernah makan pempek palembang super pedas misalnya. Jangan pula memakan makanan yang buruk untuk suara, coklat atau gorengan misalnya.

9. Berdirilah saat bicara. Ini, dengan segera membuat Anda merasa punya otoritas.

10. Duduklah di posisi yang dominan. Bukankah Anda pembicaranya?

11. Ketahuilah bahwa kesan pertama sangat diperhitungkan. Dan Anda, tidak akan mendapat kesempatan kedua untuk melakukannya.

12. Berinvestasilah untuk pakaian dengan warna yang paling cocok untuk Anda. Sepatu dengan jempol yang nongol menimbulkan kesan kurang profesional, usahakan menghindari kaus kaki dengan warna putih atau abu-abu. Mendingan hitam sekalian.

13. Berpakaianlah yang sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dan sesuai pula dengan audience yang akan mendengarkan.

14. Jangan jadi Tony Blair! Gunakan deodoran atau parfum yang tidak meninggalkan bercak pada pakaian Anda. Ini soal kecil, tapi Tony Blair pun bermasalah karenanya.

15. Waspadalah bahwa berkomunikasi dengan orang lain adalah lebih dari sekedar perkataan Anda. Faktanya, hanya 7% dari kata-kata Anda yang "dianggap" orang. Sisanya, hanya dipahami dari tekanan suara dan bahasa tubuh Anda.

16. Ingatlah bahwa pikiran utama audience Anda adalah "apa yang bisa saya ambil dari sini?" Berikan jawaban ini saat Anda memperkenalkan diri. Mereka akan menyorongkan badannya sampai ke pinggir kursi untuk mendengar Anda.

Menjadi Pembicara Hebat

7 Cara Untuk Menjadi Pembicara hebat
Terjemahan bebas dari materi oleh:

Jim Allen
Pembicara, Penulis, Life Coach

1. JADILAH DIRI SENDIRI
Melihat pembicara lain yang hebat, melihat bagaimana mereka bekerja dan melakukannya, adalah sesuatu yang menarik dan menggoda. Untuk menjadi pembicara yang hebat dan tetap menjadi diri sendiri, Anda harus mengembangkan gaya Anda sendiri, untuk berbicara dengan suara Anda sendiri. Jadilah diri sendiri saat berbicara dan Anda akan sukses.

2. JADILAH ANAK BANDEL
Anda mungkin berpikir bahwa Anda sudah cukup bandel dengan hanya berdiri dan mulai bicara. Memang, tapi Anda bisa melihat sendiri bahwa banyak pembicara hanya berhenti di situ. Jadilah lebih bandel, percayalah pada kemampuan Anda sendiri. Berlatih setiap hari, bicaralah di setiap kesempatan. Tapi ingat, bicara baik atau diam.

3. JADILAH ORANG YANG BERBEDA
Pembicara yang sukses tidak sama dengan orang lain. Ada sesuatu yang membuat mereka berbeda. Membuat mereka menonjol. Merka adalah orang yang melakukan lebih dari sekedar berdiri di depan dan berbicara kepada Anda.

4. JADILAH ORANG YANG LUCU
Pembicara sukses tahu bagaimana menjadi lucu, artinya: mereka tahu kapan dan di mana harus menggunakan humor dalam presentasinya... dan mereka tidak takut melakukannya.

5. JADILAH ORANG YANG TERLIBAT
Mendengarkan orang lain berbicara, bagi sebgian besar orang adalah aktivitas yang pasif. Pembicara yang sukses melibatkan audience dan bercakap-cakap dengan mereka, sehingga yang terjadi adala percakapan dan bukan ceramah.

6. JADILAH ORANG YANG POSITIF
Apapun subyek pembicaraannya, pembicara yang sukses selalu bersikap positif terhadap audience. Mereka menolong audience belajar tentang melakukan sesuatu dan bukan TIDAK melakukan sesuatu. Mereka berfokus pada yang baik dan bukan yang buruk.

7. JADILAH PENANTANG
Terakhir, pembicara hebat selalu menantang audience untuk melakukan hal-hal hebat. Lagi-lagi, tak peduli apapun subyeknya. Pembicara sukses memberi Anda know-how dan menantang Anda untuk menciptakan hidup yang lebih baik dan memperkaya lehidupan itu sendiri.

Pembicara Yang Juara

Pembicara yang Juara
Ron Kurtus
School For Champions

Menjadi pembicara yang juara tidak berarti bahwa Andalah yang terbaik dalam bidang ini. Melainkan, bahwa Anda mengikuti filosofi untuk menghargai apa yang Anda miliki, hidup sebagai juara, dan menikmati "petualangan" hidup dengan membantu orang lain menikmati apa yang mereka punya.

Pertanyaan:

- Apa yang harus dihargai?
- Bagaiman hidup sebagai juara?
- Mengapa menolong orang lain?

PENGHARGAAN
Hargai dan berterimakasihlah untuk segala sesuatu yang Anda miliki. Hargai apa saja yang Anda miliki sebagai orang yang berbicara atau orang yang punya karir dan berbicara. Jangan jalani semua itu dengan sekedarnya. Pekerjaan yang paling buruk sekalipun tetaplah lebih baik dari pada menjadi pengangguran.

Jika anda baru saja di-PHK hargai teman dan keluarga Anda. Bersikaplah penuh terimakasih karena Anda memiliki keahlian dan kemampuan. Sikap ini teramat penting untuk bisa menggapai titik yang lebih tinggi selanjutnya.

HIDUP SEBAGAI JUARA
Hidup sebagai juara artinya menjalani hidup dengan sehat lahir dan batin, berpengetahuan dan berilmu, mengupayakan kesempurnaan, berpegang pada nilai-nilai dan terhormat serta mulia.

KESEHATAN
Anda tidak akan bisa berbicara dengan efektif jika anda tidak sehat. Jagalah kesehatan fisik dan emosional Anda, sehingga Anda tetap bisa melakukan apa yang ingin dan harus lakukan. Jika Anda sehat lahir dan batin, secara otomatis Anda akan merasa baik.

PENGETAHUAN, ILMU dan KEAHLIAN
Seorang pembicara perlu untuk secara kontinyu memperbaiki pengetahuan dan ilmunya dalam teknik dan wawasan berbicara. Jika Anda berilmu, berpengetahuan dan ahli dalam bidang Anda, percaya diri Anda akan tumbuh dan berkembang.

PATOKAN KESEMPURNAAN
Lakukan segala sesuatu dengan yang terbaik yang Anda punya dan yang Anda bisa untuk mencpai sasaran Anda. Persistensi dan kesadaran adalah penting. Jika Anda menyelesaikan segala sesuatu dengan sempurna, Anda pasti akan percaya diri.

Ada modifikasi rumus Einstein yang berbunyi begini:

E = mC2

Di mana E adalah Excellency, m adalah Manusia dan C adalah Character. Karakterlah yang lebih menentukan kesempurnaan.

TATA NILAI
Anda harus punya tata nilai yang Anda yakini agar Anda juga bisa memberi nilai kepada audience Anda. Pembicaraan Anda sudah seharusnya merupakan sesuatu yang mereka inginkan dan butuhkan. Jika pembicaraan Anda bernilai, Anda akan dipertimbangkan sebagai pembicara yang bernilai.

KARAKTER
Anda harus memelihara posisi yang dihormati, terhormat, jujur dan mulia dalam berinteraksi, menangani dan memperlakukan orang lain. Dengan cara ini, Anda bisa sedikit menegakkan kepala dan dihargai karena integritas Anda.

MENIKMATI ALIAS BERSYUKUR
Hidup adalah perjalanan. Profesi yang Anda pilih juga merupakan perjalanan, di mana Anda berharap imbalan dan menikmati perjalanan itu. Bekerja keras memang perlu, tapi Anda tentunya tidak ingin berperlaku yang mengakibatkan Anda terjerumus kepada kenistaan. Nikmati "petualangan" Anda.

MEMBERI
Sebagian dari menikmati dan bersyukur adalah memberi dan menolong orang lain untuk menikmati "petualangan" mereka. Bukalah selalu mata, telinga dan tetnu saja hati untuk menemukan tempat-tempat di mana Anda bisa menolong orang lain. Bantulah rekan kerja, tolonglah tetangga, bimbinglah yang lebih muda. Memberi dan menolong akan meningkatkan kenikmatan Anda sebagai juara di dalam hidup.

Pembicara Yang Disukai

Tips #78: Pembicara yang Disukai Audience
Milis Bicara (1274 members)

Terjemahan bebas dari materi oleh:
Susan Berkley
"The Voice Coach"

Berhasil-tidaknya Anda berbicara, ditentukan oleh apa yang bisa dirasakan oleh audience yang mendengarkan Anda. Lebih tepat lagi: setiap orang dari mereka.

Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, satu per satu dan personal? Apakah mereka bisa merasakan bahwa Anda berbicara kepada mereka, seperti sedang berbicara secara pribadi? Apakah mereka, sulit membedakannya dari berbicara berdua saja dengan Anda?

Berikut ini adalah ciri-ciri Anda, jika Anda adalah pembicara yang berhasil membangun rapport alias keintiman dengan audience Anda. Tak peduli, apakah Anda berbicara di podium, di depan sebuah seminar, di televisi, di corong radio atau bahkan di ujung telepon dalam sebuah konference jarak jauh.

1. ANDA MELIHAT MEREKA SEBAGAI INDIVIDU-INDIVIDU DAN BUKAN SEKELOMPOK ORANG

Audience tidak mendengarkan Anda bicara secara berbarengan. Mereka melakukannya sendiri-sendiri. Jadi, perlakukan mereka sebagai individu-individu. Pelajarilah mereka. Seperti apa mereka sebagai orang per orang.

Pemahaman Anda tentang profil mereka, akan membantu Anda membangun visualisasi. Semakin akurat, akan semakin baik untuk kepentingan bicara Anda.

Tentunya, Anda tidak bisa benar-benar memahami mereka satu per satu. Akan tetapi, Anda pasti bisa memahami gambaran umum tentang karakter mereka. Cara yang paling mudah, adalah dengan memahami profesi dan pekerjaan mereka.

Jika Anda makin kaya dalam pemahaman ini, maka Anda bisa makin memperluas "pasar" Anda.

2. ANDA MELIHAT MEREKA DUDUK DI KURSI, DI TERAS ATAU DI RUANG KELUARGA
Teras atau ruang keluarga mewakili keintiman. Bayangkan mereka adalah orang-orang yang Anda undang makan malam, atau sebaliknya, Anda bertandang di teras rumahnya.

Anda berbicara dengan gaya casual, familiar dan nyaman. Mereka santai, rileks dan khusuk mendengar.

3. ANDA MENYADARI APA YANG TERJADI PADA WAJAH, TANGAN, PAKAIAN DAN RUMAH MEREKA
Jika upaya profilisasi dan karakterisasi Anda tentang mereka cukup akurat, Anda akan bisa berbicara banyak hal dengan lebih spesifik. Dengan begitu, Anda akan lebih "nyambung" dengan segala persoalan, kebutuhan dan masalah mereka.

Latihlah diri Anda dalam memahami bahasa tubuh mereka.

4. SUARA DAN EKSPRESI WAJAH ANDA SAMA SEPERTI SAAT ANDA BICARA DENGAN TEMAN
Suara dan wajah punya kaitan yang sangat erat. Keduanya saling mempengaruhi dan membangun komunikasi. Komunikasi yang hangat, intim dan kuat.

5. SAAT BICARA KEPALA ANDA TEGAK MENGHORMAT DAN TANGAN ANDA BERGERAK ALAMIAH
Orang sering mengira bahwa berbicara adalah "mulut-sentris". Itulah perkiraan yang melenceng sejauh-jauhnya. Yang sebenarnya, Anda berbicara dengan seluruh tubuh Anda. Bahkan, dengan seluruh jiwa dan raga Anda.

6. ANDA TERSENYUM DAN BERWAJAH CERAH SEPERTI BENAR-BENAR DI RUANG KELUARGA
Ini akan menciptakan keintiman dan afeksi. Senyum adalah alat paling powerful untuk membangun keintiman. Dan tentu saja, dengan itu Anda sudah bersedekah. Di telepon pun, Anda harus tersenyum sejak pertama kali Anda menekan tombol-tombol angka.

Kini Anda mengerti, kenapa Anda bisa membaca semua tips ini, HANYA dari email pribadi Anda. Ups, ketauan deh... :)

BTW: Cukup berhasilkah Saya?